Selasa, 26 November 2013

Life Behind Bars : Rough Riding at X Games

Spurs & Pacers Masih Tak Tergoyahkan Usai 14 Laga

Kedua pemimpin wilayah NBA ini baru kalah sekali.

Pemain San Antonio Spurs, Tim Duncan (putih)
VIVAnews - San Antonio Spurs dan Indiana Pacers meneruskan pernampilan menawan mereka sepanjang awal kompetisi NBA musim 2013-14. Kedua tim tersebut masih menjadi tim dengan catatan kemenangan terbaik, satu kali kalah dari 14 pertandingan.

Pada laga hari Senin, 25 November 2013 atau Selasa pagi WIB, Spurs tanpa kesulitan mengalahkan New Orleans Pelicans 112-93. Klub basket asal Texas itu pun mencatatkan 11 kemenangan beruntunnya.

Manu Ginobili memjadi pencetak poin terbanyak dengan 16 poin, diikuti oleh Tony Parker yang membuat 14 poin serta 7assists. Sedangkan forward veteran, Tim Duncan, membuat 10 poin.

Tapi tidak hanya Spurs yang mencatatkan kemenangan ke-11 beruntunnya. Portland Trail Blazers juga melakukan hal yang sama usai menang atas New York Knicks, 102-91.

Dengan hasil ini, Spurs masih berada di puncak klasemen Wilayah Barat. Diikuti oleh Portland dengan catatan 13 kali menang dan dua kali kalah.

Pada Wilayah TImur, Pacers terus bertahan di puncak setelah menang 98-84 atas Minnesota Timberwolves dan meneruskan dominasinya di awal musim ini (13 menang/1 kalah).

Miami Heat terus mengintai di posisi kedua. LeBron James dan kawan-kawan sukses mencatatkan kemenangan beruntun ketujuhnya usai menggasak Phoenix Suns 107-92. Heat duduki peringkat dua klasemen Wilayah Timur (11 menang/3 kalah).
Sedangkan kekalahan kembali ditelan oleh Chicago Bulls yang diungguli oleh Utah Jazz 89-83 lewat perpanjangan waktu (overtime). Ini menambah kabar buruk, setelah Derrick Rose dipastikan absen sampai akhir musim setelah jalani operasi lutut.

http://sport.news.viva.co.id/news/read/461599-spurs---pacers-masih-tak-tergoyahkan-usai-14-laga

Ferrari Siap Buat Mobil Baru Di Musim Depan

imageMARANELLO, suaramerdeka.com - Bos Ferrari Stefano Domenicali mengatakan, performa inkonsisten di musim 2013 tidak boleh terulang kembali di musim mendatang. Maka dari itu, di musim 2014 mendatang, membuat mobil yang kompetitif adalah sebuah hal yang vital.
Frustrasinya (Alonso) juga frustrasi kami. Jika Anda tidak mampu memberikan mobil yang bagus atau cukup cepat kepada pembalap yang selalu bertarung keras, penting bagi kami untuk fokus tentang bagaimana meningkatkan performa mobil di masa depan,” tutur Domenicali dikutip BBC Sport, Rabu (20/11).
Meski mengawali musim 2013 dengan cukup baik di mana Fernando Alonso meraih dua kemenangan di empat balapan perdana, Ferrari justru kedodoran di pertengahan musim. Mereka tak mampu meladeni konsistensi Red Bull Racing yang akhirnya kembali keluar sebagai jawara konstruktor, dan Sebastian Vettel yang merebut gelar juara dunia keempatnya.
Bahkan, Alonso sendiri sempat dibuat frustrasi dengan performa mobilnya yang tidak konsisten. Bahkan, meminta tim segera melakukan pembenahan apabila tidak ingin melihat Red Bull terus berjaya di musim-musim berikutnya.
Dengan performa mobil yang tidak konsisten, Alonso masih mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai peraih dua titel juara dunia. Pembalap Spanyol tersebut mampu mengamankan posisinya di peringkat dua klasemen akhir pembalap, meski kompetisi 2013 masih menyisakan satu seri, yakni di F1GP Brasil, akhir pekan ini.